yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 6 )
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 6 ) Langkat : News Metrolangkatbinjai. com Banyak peluang digambarkan dalam memil...



MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 6 )


Langkat : News Metrolangkatbinjai. com

Banyak peluang digambarkan dalam memiliki tali kafan mayat sengaja diwariskan leluhurnya sendiri. Keakraban serta kedekatan dengan makhluk-makhluk sengaja menunggui warisan itu kian menampakkan sejati diri mereka berikut semua ihwal masih disembunyikannya terus menggelinding perlahan namun pasti.

 Waktu jua, ukuran serentak tak dapat ditampik Roman sengaja mewarisinya  diserahkan pelbagai keganjilan sengaja dipunyainya. Keganjilan itu, dapat membuktikan keberadaan pesugihan lain berada amat dekat dengannya meski tak kasat mata ikut disambar.


Tali pocong yang memiliki kesaktian bagi pemiliknya.( ilustrasi)

Perlahan namun pasti kejadian aneh itu tak dapat ditolak Roman bersama kemunculan dan keganjilan sengaja dikeluarkan khodam tali kafan warisan sudah dipegangnya beberapa bulan setelah kematian sang empunya. Berbekal pengetahuan sengaja disandarkannya lewat bimbingan juga penyerahan secara langsung dialaminya.

Waktu tengah malam, idola tepat dalam menyuguhkan semua perihal dan bakalan kejadian didepan ikut dibeberkan mak olot sebelumnya, pertanda sejatinya serta kemungkinan-kemungkinan itu terus dirasakan Roman seiring waktu telah dilaluinya lebih dari 40 hari lamanya.

Menemukan langsung tata cara menggunakannyapun ikut larut dikhabarkannya dalam kesendirian jelang tengah malam waktu pavorit sang lelembutnya. Salah satu perlakuan sederhana namun masih janggal dijumpai dalam menebar kisah sejatinya pesugihan itu masih ada dalam lingkaran kehidupan manusia. Tali kafan itu tetap menebar gerakan-gerakan aneh dalam menunjukkan keberadaan pesugihan lain masih teramat dekat dengannya.

 “ Tali kafan wasiat itu bergerak-gerak perlahan-lahan, mengeras dan menunjukkan arah dalam menangkap sinyal pesugihan seliwar-seliwer diare sekitar keberadaannya” aku Roman pertama sekali menjajalnya diarea padat pedagang.

 “ Gerakannya perlahan-lahan, lama kelamaan terus menegang, kondisinya masih membengkok-bengkok, akan tetapi keempat tali kafan wasiat itu tetap bergerak-gerak terus tanpa henti memberikan tanda sejatinya makhluk lain terkait pesugihan didekatnya” tandas Roman menemukan soal itu tak heran lagi.



“ Masih berada dalam uncang putih, meskipun sengaja diikat ujungnya. Gerakannya tetap menyerahkan makna kuat dalam menangkap hal lain diluar nalar manusia biasa. “ Tak hanya bergerak saja tali kafan wasiat itu, gerakannya mengajak serta mengantarkan kita lebih dekat dengan siapa saja pemegang kekuatan lain dalam menempuh jalan instan menemukan pesugihan atau menjemput nilai rupiah masih dekat dengan kita” aku Roman menemukan soal itu dipusat keramaian kaum pedagang.

Mengikuti keinginan tali kafan wasiat sengaja diserakan padanya, perlahan membaca kemunculan pesugihan dengan penampakkan sosok pocong masih utuh terus mengitari pembeli. Mengajaknya ikut berburu keinginan sengaja dijajakannya malam itu.

 “ Penampakkan sosok pocong masih lengkap sekujur tubuhnya, gerakannya tepat menunjukkan arah keberadaan makhluk lain digunakan dalam menjemput niat berupa pelaris sejati dan rupiah terus mengikuti sang majikannya” terang Roman menemukan langsung hal itu dilokasi. Memperhatikan dalam jarak teramat dekat, perlakuan sang empunya pesugihan itu terus dibanjiri pengunjung atau pembeli sengaja mendekatinya.

 “ Pocong pesugihan itu kian tampak nyata dan mengelilingi semua bakal calon pembeli, mengajaknya mendekati lantas membeli barang dagangan sengaja dijaja malam itu. “ Meski lainnya tak tampak kemunculan pocong pesugihan sengaja nongol ditengah-tengah pembeli menunggu pesnannya dilayani” bebernya terus mengikuti kejadian aneh sengaja ditampakkan malam itu. Deru suara key board menghentakkan semua pengunjung dilokasi pesta.

“ Pocong it uterus berkeliaran kesana dan kemari mengajak pebeli untuk digunakan sebagai elaris barang dagangan mulai tampak laris manis. “ Ya tak berapa lama penjual itu muncul ditengah keramaian, semua barang dagangannya itu kerap diseser pembeli langsung habis “ herannya menambahkan kejadian diluar nalar masih berlangsung.



Masih belum bergeser dari lokasi pemilik pesugihan pocong, makhluk itu tetap berkeliaran disekitar lokasi keramaian. “ Tempat keramaian itu dijadikan lokasi utama dalam menjemput semua hajat terselip sengaja dipelihara. “ Pocong serta majikan itu teramat dekat, meski sang penjual bukan memiliki pocong pesugihannya.

“ Penjual itu hanya menerima dan mengunakan makhluk itu untuk menjadikannya semua barang dagangannya cepat laku atau laris dimanapun dirinya berjualan. “ Terbukti…, pocong pesugihan itu menampakkan dirinnya, berdiri ditengah-tengah keramaian sengaja menikmati kondisi hiburan kain menbingkar semua keinginan smakin berkobar.

 Usai penampakkan pocong pesugihan itu, penjual itu tak lama sudah beranjak dari lokasi dirinya berdiam sejak awal kedatangannya. Bekas-bekas pocong pesugihan masih tampak nyata dilokasi. Diantara pengunung itu, sebelumnya ikut melestarikan penampakkan sang pocong sengaja dilepas dan dibiarkan dalam menjemput keinginan majikannya dalam urusan pelanggan.

“ Tak peker aku aja yang dinampak i pocong pesugihan itu ?!” tandas Wak Mukles sejak awal kedatangan penjual dagangannya merasa curiga. “ Pedagang itu tak bergerak dan bergeser sedikitpun dilokasi. “ Malahan mulutnya komat-kamit, berbicara sendirian penjual itu terus menerus beberapa menit sebelum dagangannya dibuka” aku Wak Mukles mendapati keganjilan.

Berbincang akrab dengan saksi sengaja dinampakkan soal itu. Keduanya (Roman dan Wak Mukles.red) terus menggali potensi keberadaan sang penjual dagangan bakso bakar  sengaja memanfaatkan makhluk halus dalam urusan melariskan dagangannya.

Kedekatan sengaja ditemukan langsung dilokasi keramaian, Roman terus mengkuti arah kembali sang pedagang itu berbekal penunjuk arah tali kafan sengaja dibawanya malam itu.



Tali kafan wasiat pemberian mak olot sudah membuktikan satu kenyataan dimalam keramaian itu. Tak cukup puas dengan penampakkan sosok pocong pesugihan disebabkan gerakan tegang dan menari-narinya tali kafan masih dalam uncang putih.

Roman tak tinggal diam, mencari kemungkinan lain kemunculan sosok pocong pesugihan dilokasi keramaian, lembaran baru dalam hidupnya sosok penampakkan lain ditengah keramaian menjadi sorotan tajam matanya malam itu. Tak memperdulikan lagi sudah berapa lama dilokasi hiburan atau tontonan pesta salah satu warga disana.

Roman tetap mengikuti arahan tali kafan wasiat perlahan. “ Belum mau berhenti bergerak tali kafan wasiat dibawa dalam uncang putih,  mengalirkan gerakan penuh arti soal menangkap kejadian tak jauh dari lokasi keberadaanku. “ Benda itu masih menularkan aliran maksud lainnya ditengah malam sudah jauh dari pusat keramaian.

“ Pedagang itu berjalan perlahan mengendarai sepeda motor sengaja ditumpangkan stelling kaca kecil diatasnya. Penampakkan sosok pocong pesugihan itu masih dapat ditangkap mata walau tak begitu jelas penampilannya.

Seonggokan balutan kain putih menyertai pedagang itu kemanapun dirinya bergerak. Curiga soal itu, pedagang sejak awal barang dagangannya cepat laku serta habis itu ternyata bukan orang jauh dari lokasi hiburan pesta warga setempat. Hanya berjarak beberapa kilometer dari lokasi hiburan itu, rumah sang pedagang itu ditemukan.

Sosok pocong pesuihan itu masih tetap berada diluar rumahnya. Mengurangi rasa curiga malam itu, Roman sengaja mematikan lampu kenderaan roda dua sengaja membuntutinya.

 “ Pocong pesugihan itu tetap berada diluar rumah, bahkan terus mengelilingi rumah majikannya berkali-kali. Patuh serta tunduk akan perintah sang majikannya, sosok pocong peliharaan dalam menggaet pesugihan itu tetap berada diluar rumah hingga berapa lamanya.

 Tali kafan wasiat sengaja diwariskan itu telah membuktikan satu persatu kebolehannya dalam menemukan dan menjumpai keganjilan sosok astral lainnya dialam nyata.

Keragaman bentuk serta model dalam menjemput hasrat juga niat, perilaku sengaja dalam menggolkan banyak cara, tanpa memperhitungkan halal serta haram usaha atau ikhtiar tengah dilakoni. Makhluk pesugihan itu masih berada disekitar lokasi kediaman sang pedagang.

 Tak berapa lama diperhatikan dalam jarak dekat, sosok pocong pesugihan itu menghilang dengan aroma bau busuk menyengat mencucuk hidung disekiat lokasi kediaman sang pemilik sementara sosok pocong pesugihan.

Lantas….? Bagaimana pengalaman Roman selanjutnya terkait kepemilikan tali kafan wasiat sengaja diperuntukkan pada dirinya setelahnya ? (bersambung)




Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top