yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 5 )
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 5 ) New metrolangkatbinjai. Com Bergaul dengan keragaman sengaja diwariskan it...



MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 5 )


New metrolangkatbinjai. Com


Bergaul dengan keragaman sengaja diwariskan itu memang cukup berat membawanya. Apalagi, amanah diserah jauh sebelum kepulangannya untuk selama-lamanya. Pesan-pesan Mak Olot tetap dijaga serta dirawat meski beberapa keganjilan langsung dirasakannya usai tahlilan.

Menerima pesan juga kemunculan makhluk-makhluk penunggu tali kafan warisan masih terus ditemuinya sembarang kesempatan. Budaya dan kebiasaan para khodam sengaja menunggui benda teramat ringan namun berat menjamah dan merawatnya smakin jelas terlihat kegunaannya dialam dunia.



Kehidupan Roman tidak normal lagi, beberapa cobaan datang menderanya usai menerima warisan tali kafan itu kian menguak tebal. Pasalnya, banyak kemungkinan jarang masuk akalpun larut dalam kebiasaan hidupnya terus ditemui. Selain itu, pesan mak olot sengaja dibisikkan pada dirinya (Roman.red) masih kuat terngiang jelas dalam benaknya.

 Apalagi, semua pesan-pesan sakral dan bertubi-tubi itu sengaja menghampirinya dengan mendekati semua kenyataan smakin nyata terjadi. Tak banyak yang meleset dari perkiraan serta bisikkan mak olot sebelumnya.

Roman dibanjiri kenyataan berat dan teramat pedih untuk dirasakan sejak mendpatkan semua warisan berbau klenik dalam hidupnya. Suap menerima resiko sebesar apapun, pesan kental muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Menggoreskan serta menepiskan anggapan buruk serta jelek selama ini terus dirasakannya jarang menemukan kesan baik. Tali kafan warisan itu tetap dipeliharanya dengan baik serta penuh keakraban. Walau khodam-lhodamnya bukan makhluk biasanya laik manusia. Penampilan pria-pria berjubah itu kian dekat serta akrab dalam kehidupannya menampakkan keganjilan menonjol dalam kesehariannya.

 Roman tiada henti-hentinya mulai menghafalkan pesan leluhurnya (mak olot.red) acap kali memelihara serta merawat peninggalan sengaja diserahkan padanya. Kemungkinan tak bisa serta dapat dikuasainya wajib adanya menghafalkan qalam-qalam sengaja diberikan petunjuk dalam memperjalankan semua warisan agar lebih penting, perlu serta berguna dimasa depannya.



Kebiasaan bergulir kencang seiring waktu mendapatkan semua warisan mak olot sengaja diserah. Melakukan hukum wajib serta sunnah, andalan amalan sholeh sengaja diberatkan dalam mengantarkan dirinya menjadi ahli ibadah.

Salah satu tuntutan wajib khodam suci tali kafan jika memang secara maksimal agan mempergunakannya kelak. Semua syarat dunia dipenuhinya dengan langgeng dan teratur. Tali kafan masih menyimpan rahasia besar adanya dialam nyata.

Keempat helai ( tali kafan .red.) warisan itu masih tetap dipegang Roman salah satu keturunan mak olot dipercaya soal itu dalam meneruskannya. “ Begitu sayangnya beliau (mak olot.red) menyerahkan kemampuan pengetahuan sengaja dibawanya sejak masih di negeri Banten dulu” aku Roman merasa beruntung mewarisinya.

“ Melunakkan beberapa gugatan dalam hatinya merongrong kebiasaan lamanya, untuk berubah smakin bertambah dekat dengan sang Maha Pencipta terus dilakoninya. Pola pendekatan zikirpun tak luput dalam kesehariannya, menciptakan kedekatan serta berserah pada sang Khaliq jalan utama melanjutkan semua waris sengaja ditunjuk padanya.

 Perlakuannya kian menumbuhkan semangat kedekatan, membanjiri perlakuan dengan kebajikan, memperjalankan semua pengetahuannya pada ummat manusia. Suruhan atau perintah mak olot sangat berbarengan dengan tali kafan sengaja diperbolehkan menjemputnya langsung di liang lahat sebelumnya.



“ Mak Olot   menuangkan pengetahuannya, selubung maut berikut kelengkapannya sempurna sengaja diturunkannya. “ Hencuk…??” Bakalan menemukan sendiri semua peristiwa ganjil nantinya ??” pesan mak olot kerap terngiang dalam ingatan masih segar. “ Ulah sesienan ….??”

 (Jangan pernah merasa takut.red), terkait kejadian aneh menemuimu kelak ?!” Mendorong cucu kesayangannya untuk tetap bisa menerima lanjutan pengetahuan sengaja diwariskannya itu. Menjalani hidup apa adanya, Roman tak dapat berkelit sedikitpun usai menerima amanah sengaja diperuntukkan hanya pada dirinya.

 Kepintaran Roman mulai banyak dirasakan ummat manusia sekelilingnya. Membantu sesama makhluk  tujuan diturunkannya pengetahuan leluhur dalam lakon mashlat ummat.

 Menirukan banyak adat serta kebiasaan mak olot semasa hidup, jarang menerima belas kasih orang lain, tidak adanya bandrol dalam setiap perlakuannya. Mak Olot sangat pengertian akan kemungkinan kelak dijalaninya bersama keluarganya terus dibekali pegangan masih berasal dari negeri Al Bantani itu.



“ Pelet iyek ulah disalinan… cuk?!” (Pengasihan ini tak perlu ditulis cu …., red) pesan mak olot menyerahkan soal itu dikebiasaan tengah malam. Menggulirkan amanah leluhur masih tertancap kuat sejak zaman ke zaman sengaja diturunkannya “ Kuwung-kuwung taga pasung, taga pasung taga roseak, Ear anu ngaroseak, ratu sujud menak nyembah, sewe ajik komukasih, asihan aing siduga rasa, neangan rasa kamanak ?

 Rasa sedesak aya di aing, mangka reres maka angres, mangka welas mangka asih, si……. (anu.red) kudu diasubken eta namak …?! (Harus dimasukkan itu nama tujuannya.red) “Ujarnya terpotong-potong dengan suara parau tengah menderita sakit panjang.

 “ Engges kituk…?!” (Sudah itu…. Red.) kudu ditambahken deik (Perlu ditambahkan lagi .red) Kawaking ratu asihan tilu kali baca nyah cuk…?!” pintanya dengan santun menghormati pemberiannya jelang ajal menjemputnya.

Roan tanggap dengan maksud sang pemberi ilmu keturunannya, menerima dengan senang hari dan penuh yakin. Berkali-kali mencoba menghafalkannya didepan mata kepala mak olot. Dengan anggukan kepala khasnya masih tergeletak lemas itu, mak olot menyerahkan senyuman puas bakalan ada penerus pengetahuan leluhur masih tetap terjaga.



Satu persatu pengetahuan leluhur sengaja diturunkan itu diserap Roman. Tali kafan warisan sengaja diserahkan bulat-bulat itu tetap membawa perubahan-perubahan luar biasa dalam kesehariannya. Banyak menghafalkan salah satu pasangan ritual sengaja diminta makhluk serta khodam suci penunggu tali kafan.

“ Bersykur rasanya …??” Menerima warisan leluhur setelahnya ..?!” Banyak sudah qalamullah serta do’a-do’a selama ini jarang ditemukan, malah bisa melafazkannya dengan baik…?!” Syarat utama dalam melakoninya menjadi sarapan utama usai atau ditengah-tengah kefardhuan diwajibkan itu” beber Roman mengurai rasa syukur itu kian dekat dalam hidupnya.

 “Hampir semua disiplin ilmu sengaja diserahkan itu akan diakhir dengan kalimah Shahadat. Semua ujungnya pasti muncul kalimah itu. “ Kerap menjumpai perkataan hebat dan penuh sanjungan pada sang Pencipta. Lantas….??” Aku Roman menyukuri menerimanya. Peran penting do’a Nurun Nubuwwah atau Nur Buat biasanya dikenal ummat selama ini.

 “ Tetap menjadi sarapan utama dalam menembus semua hajat dan niat membantu pada sesama “ urainya takjub pada pesan mak olot. “ Kau sanggup cucu menerima semua itu …?!” Dorongan bathin kental mak olot menyerahkan pesan juga amanah. Pria berjubah serba putih itu tetap mengelilingi Roman kemanapaun dirinya bepergian.

Sinyal serta isarat kuat kejadian didepannya, tetap diserahkan makhluk itu hanya disajikan potongan qalamullah berupa sajian atau penyerahan potongan suratul Fatihah sengaja difadhilahkan pada bangsa mereka. Tak banyak kebiasaan diluar pesan agama dilakoninya, Roman hanya meneruskan adat serta istiadat sengaja diwariskan.

Ditengah kebiasaan mendapati peninggalan sengaja diserahkan itu, kemampuannya berkomunikasi dengan alam lainpun kian bertambah tajam serta banyak dirasakan orang lain sengaja mendatanginya. Roman sang pewaris keturunan berasal dari negeri al Bantani mulai banyak dikenal berbagai kalangan soal kemampuan dipunyainya.

Ketajaman mata bathinnyapun tak diragukan lagi dalam menjawab semua perihal serta ihwal dalam kehidupan ummat manusia. Sengaja menyandarkan kemampuan pada sang Maha Pencipta, menjawab semua urusan juga sengaja dikembalikan hanya Pada-Nya, walau memiliki banyak kelebihan-kelebihan secara normal.

Roman terbiasa dengan kehidupan pribadinya menyadari keta’atan pada  sang Khaliq mutlak dilakukan. Tak harus menyerahkan atau meminta selain pada Penguasa alam dan semesta.

Pesan mak olot tetap dijaganya bersama tali kafan warisan masih terus menyambanginya dengan segudang misteri lain belum terungkap. (bersambung)









Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top