yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 2
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
DIBURU PEMILIK KAFAN, SEBULAN ROMAN TAK DAPAT TIDUR TENANG Langkat Hulu : N ews Metrolangkatbinjai.com Kisah pewaris tali kafan b...

DIBURU PEMILIK KAFAN, SEBULAN ROMAN TAK DAPAT TIDUR TENANG

Langkat Hulu : News Metrolangkatbinjai.com
Kisah pewaris tali kafan berasal dari mak olotnya sendiri itu kian menebar ketakutan luar biasa. Bagaimana tidak, Roman sang penerima waris tali kafan milik leluhurnya terus diburu sang pemiliknya hingga sebulan lamanya. Pasca malam tahlilan pertama, Roman terus diikuti sang pemilik tali kafan kemanapun dirinya pergi. 

Tali Pocong/ Kapan orang yang telah wafat diyakini memiliki kesaktian bagi pemegangnya.(ilustrasi)
Penampakkan sosok makhluk berkain kafan normal (mayyit.red) terus membayanginya. Menyerahkan banyak kisah dibalik penampakkannya, pertanda pesan mistis itu perlahan sampai pada pewaris selanjutnya.



Kehidupan Roman masih biasanya, menyapa semua pentakziah atas kepergian mak olotnya memang orang ternama dikampung itu. Banyak kerabat serta handai taulan mengenali sosok almarhumah semasa hidupnya. 

Ceritera kagum atas semua ihwal pernah dilakukannya berbuntut pujian dan kisah-kisah berujung pada kemashlahatan ummat pernah dan sudah banyak dirasakan warga sekitar. Kebaikan dunia,  amalan shaleh lainnya ikut dibincangkan, walau jasadnya sudah tiada lagi. 

Bunyi kebaikannya tiada habis-habisnya terus dibincangkan, mengenang banyak kemungkinan kebajikan pernah dilakukan anak manusia sejak hayat dikandung badannya.

Mendengar soal itu, Roman pewaris tali kafan sengaja diserahkan padanya itu, tersenyum walau dalam hatinya mengelak jika diri manusia tak patut dipuji. Rangkaian tahapan tahlilan mendekati usai. Roman tampak gelisah sejak awal kedatangan para pentakziah usai maghrib. Duduk bersama serta kerabat lainnya sudah mulai tidak tampak tenang. 

Penampakkan sosok pemilik tali kafan sudah nongol memperkenalkan dirinya sejak dijeput didalam liang lahat sehari sebelumnya. Satu per satu pentakziah pergi meninggalkan rumah duka malam itu. Hanya tinggal beberapa sanak keluarga masih duduk diperanda sebahagiannya, sedangkan lainnya masih berada diteras berdiri kokoh tenda pembantu para pelayat  sebelumnya. 

Para makhluk pemilik sekaligus penjaga tali kafan sudah tanpak hilir mudik, Roman masih memalingkan wajahnya sesuai amanah terkurung dalam warisan mak olot pernah diterima sebelumnya. Konsekuensi logis wajib diterimanya, jika amanah diserah sudah tertunai dalam janjinya. Menjumpai atau dijumpai sang pemilik harus diterimanya dengan segenap resiko dibelakang.



“ Makhluk itu nongol pertama sekali seliwar-seliwer dibalik lantunan zikir biasanya tahlilan usai kemalangan. Mereka mulai menampakkan diri satu persatu, wujudnya tidak selalu normal dalam masa tahlilan tengah dilakukan” rasa penasaran muncul ditengah tahlilan bersama malam itu. 

Roman terus tak berkutik, hanya bisa pasrah menerima semua konsekuensinya soal itu. “ Pertama sekali menampakkan diri, pemilik tali kafan bahagian kepalanya ? Makhluk itu lebih tegap dari sosok lainnya nongol malam itu.

 “ Sementara dua dari bahagian pinggang dan lutut, sosoknya hanyab tampak biasa. Namun Bahagian kakinya, sosoknya hampir menyerupai sosok pada bahagian kepalanya. Tegap dan lebih tinggi dari lainnya” aku Roman mulai merasakan keganjilan dimalam pertama menerima waris tali kafan dari leluhurnya. 

Penampakkannya itu kian terasa lebih lama dan mendalam lagi, seluruh keluarga sudah tidak tanpak lagi dinahagian teras tenda pembantu. Hanya tampak bekas tempat tidur diletakkannya jenazah kemarin. Sosok makhluk berpenampilan seragam serba putih kian muncul menampakkan sejati dirinya dengan jarak agak berjauhan. 

Lokasi pemandian mayyit atau jenazah, dijadikan sasaran utama dan paling utama dalam menampakkan semua bentuk dan keragaman makhluk sengaja memperkenalkan dirinya itu.



Berbekal pesan juga nasihat pernah diterimanya bersa almarhum mak olot sang pembimbing sejati dirinya. Meneruskan warisan leluhur sebelumnya dalam kepemilikan tali kafan, amanah sengaja diperuntukkan pada dirinya jauh sebelum ajal mendatanginya. 

Dilingkupi perasaan tenang, pasrah bercampur yakin sepenuhnya itu. Roman mulai memadatkan perhatiannya menerima semua kemunculan sosok pernah dikhabarkannya kelak “ Atas izin-Mu Ya Allah, semua ihwal serta warisan ini dapat dijalankan sebaik-baiknya” potongan do’a itu terus berkibar dalam hatinya menerima keganjilan mulai tak surut lagi sudah berada didepan mata. 

“ Perlahan sosok-sosok itu didekatinya dengan semestinya pesan sebelumnya. “ Melafazkan salam pada bangsa berbeda, meneruskan pesan serta amanah pernah dterimanya. Pemilik tali kafan itu masih berdiri kaku memerhatikan kearah Roman hanya dapat terdiam menyaksikan semua gerak-gerik makhluk sengaja  mendatanginya. 

“Sorot mata telanjang tanpa bingkai dibahagian bulatannya, makhluk itu terdiam dan memperhatikanku dengan seksama. Mengarahkan semua pandangannya pada  diri, rasa lemas dan berkalang rasa takut kian menyeruak tebal. “ Hanya bisa menatapnya saja, keempat makhluk pemilik masing-masing tali kafan terus mengarahkan pesannya tanda henti meski perlahan “aku Roman menemukan keganjilan usai tahlilan dimalam pertama.



Rasa merinding kencang tak dapat ditahankannya, mengeluarkan suara jeritanpun tak dapat terdengar sedikitpun sanak keluarganya. Roman hanya bisa terdiam dan pasrah mendapati semuan kejadian aneh serta ganjil dalam hidupnya. 

Mengenang pesan mak olot soal keganjilan bakalan ditemuinya kelak. Roman kembali bangkit menghapai semua kemungkinan belum pernah terbayangkannya sedikitpun. “ Dari keempat makhluk muncul malam itu, hanya satu dapat menyerahkan maksud dibalik kemunculannya. Sementara lainnya hanya terdiam dan memperhatikan dengan sinis kehadiranku malam itu. 

“ Masya Allah, luar biasa sekali kemunculannya. Bukan cukup memperlihatkan sejati dirinya, melainkan makhluk itu mengabarkan soal lainnya dalam meneruskan amanah pernah dicakapkan mak olot sebelumnya benar kejadiannya” pikir Roman terus-terusan terkait soal itu. “ Maha suci Engkau Ya Allah telah memperlihatkan semua kemungkinan belum pernah dirasakan selama ini” ucap syukur Roman tak ada putus-putusnya keluar dari bibirnya.

 “ Pesan paling dapat ditangkap serta dimengerti dimalam kian terasa menggigit. Mempergunakan semua tali kafan laik semestinya niat pernah terpanjat” kenang Roman mengingat pesan almarhumah mak olot semasa hidupnya dulu. “ Pegang tali kafan wasiat itu, jangan pernah dimanfaatkan pada hal-hal musyrik dan sifat tercela didunia” tambahnya mengingat pesan mak olot muncul seketika. 

Pemilik tali kafan warisan itu masih berdiri tegak memperhatikannya tanpa bergeser sedikitpun. Pesan lanjutan dapat ditangkapnya masih dimalam pertama usai tahlilan “ Digunakan serta dimanfaatkan dalam laku hidup menyalah, akan menanggung musibah serta dilucuti semua ihwal pengetahuan pernah diserahkan akan sirna dengan sendirinya” pesan mak olot terasa dekat malam itu terkait penggunaannya.



Hanya berselang beberapa menit lamanya sengaja menampakkan diri. Semua makhluk pemilik tali kafan warisan itupun menghilang dihadapannya bersama buliran asap mengelilinginya sirna dari pandangan mata telanjang. Masih tak dapat memicingkan matanya, Roman terus memperhatikan arah pemandian jenazah kemarin siang. 

Lampu-lampu penerangan teplok masih menyala disekitaran pemandian jenazah kemarin siang terus terlihat tak sengaja. Kelebat bayangan pria berjubah hitam saling berebut air pemandian jesnazah turun kelokasi. Menyampakkan jubah-jubahnya disembarang tempat, serta berebutan menghirup air bekas pemandian jenazah hal baru ditemukannya malam itu. 

Roman terkesima dengan makhluk-makhluk berjubah itu, entah dari mana kemuncuannya. Namun tetap saling berebut menghirup air bekas pemandian jenazah terus diburu makhluk itu kian banyaknya berdatangan ke lokasi. 

Belum dapat tertidur, menyaksikan kejadian aneh disekitaran lokasi pemandian jenazah terus dibuntutinya dengan mengintipnya hanya berjarak satu meteran dari lokasi pemandian. Bagaimana kisah Roman menemukan soal itu pasca dijumpai pemilik tali kafan warisan setelahnya ? (bersambung)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top