yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: KISAH NYATA MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 1 )
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
KISAH NYATA MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 1 ) Tali Pocong yang memiliki kekuatan gaib bagi siapa saja yang memiliki...

KISAH NYATA MENAKAR MISTIS TALI KAFAN WASIAT LELUHUR (BAHAGIAN 1 )
Tali Pocong yang memiliki kekuatan gaib bagi siapa saja yang memilikinya.(ilustrasi)

Langkat. News Metro Langkat



Perempuan tua itu masih sakit-sakitan sejak ditinggali Pak Olot memang pejuang serta veteran sejak masa kemerdekaan. Kekerasan perangai serta perilakunya, memiliki mental jawara walau dirinya sudah tak muda lagi. Mak Olot, sebutan nenek biasanya itu banyak menitipkan pesan-pesan sakral penuh misteri disamping beberapa peninggalan-peninggalan lainnya sengaja dituntutnya atau dipegangnya semasa perjuangan melawan beberapa masa penjajahan. Pesan sakral itu, memungut kain kafan wasiat dalam liang kuburnya. Keinginan tersendiri dan kebanggaan jika salah satu keturunannya dapat melakukannya.



Lima belas tahun silam, masih berada disekitaran wilayah Desa Suka Rame Binjai Barat sekarang ini. Mak Olot mantan pejuang itu  telah pergi untuk selama-lamanya. Jejak serta perangainya semasa hidup tak dapat terlupakan oleh pria juga cucu pertamanya menerima wangsit atau pesan langsung sengaja dibeberkannya menuruti keinginannya sendiri. Mak Olot masih dapat berbincang akrab meskipun dirinya sudah tak tahan lagi berlama-lama duduk diatas kasur sejatinya menjalani sakit bertahun-tahun.

 Memanfaatkan waktu tengah malam, biasanya mak olot sengaja melemparkan semua uneg-unegnya, konon beberapa peninggalan warisan keturunannyapun ikut diserahkan pada cucu kesayangannya paling sulung.  Mak Olot sang pemberani itu, usai masa kemerdekaan bersuamikan seorang saudagar kaya berasal dari wilayah Tebing Tinggi.

Namun sayang pergolakan masa itu, memaksakan mak olot berpisah dari sang suami memiliki karakter tebal berbeda dengan dirinya. Kehidupan serta liku-likunya itu, memaksakan dirinya berjuang untuk hidup sendiri serta meneruskan kehidupan masih panjang didepan. Bertemu dengan Pak Olot (suami kedua pasca perceraian.red). Pejuang kemerdekaan itu hidup langgeng bersama mak olot hingga ajal menjemputnya walau tak satupun diberikan keturunan dari hasil perkawinannya. Sementara, dari suami pertamanya, mak olot hanya diberikan hanya satu anak perempuan dari hasil perkawinan sebelumnya.



Sebut saja Roman bukan nama sebenarnya. Cucu kandung dari anak perempuan mak olot dari hasil perkawinan dengan saudagar asal Tebing Tinggi terus mengalirkan kisah mistis dibalik kepemilikan tali kafan sengaja diraihnya diliang lahatnya sendiri. Bagaimana kisah Roman menjemput soal itu serta pesan-pesan lainnya ? Satu inggu jelang kematiannya, mak olot tetap mempertanyakan keberadaanku  dan meminta untuk tidak pergi meninggalkannya dari pembaringan. “

 “ Ya mak olot memang selalu cerewet soal itu, kerap menanyakanku dan meminta untuk meneminya setiap malam “ aku Roman mengenang kejadian itu. “ Beliau (mak olot.red), terndyata dalam menyerahkan apapaun terbiasa jelang tengah malam. “ Semua kepunyaanny sejak mudapun ikut diserahkannya untuk kembali diserahkan pada keturunan-keturunan lainnya” pesannya dengan merepet namun berbaik maksud tetap mengalir

. “ Satu persatu pesan itu sengaja dibisikkannya langsung ketelinga, itupun jika semua anak keturunannya sudah tak ada ada lagi berada dekat dengannya” aku Roman mengingat soal itu. “ Apalagi pesan soal amanah tali kafan sengaja diwasiatkannya, sangat hati-hati sekali mengabarkannya. Walau tak bisa duduk, dirinya memaksakan soal itu untuk bisa menatap langsung raut wajahku malam itu” kenang Roman mengulangi kejadian penyerahan amanahnya.



“ Jika umurku  sampai sudah…??” Beranikan dirimu menjemput tali kafanku sebanyak empat helai langsung dibawah….??” Ujarnya terputus dibarengi deraian air mata deras menetesi pipinya. “ Berkali-kali diulanginya pesan itu satu minggu jelang kematiannya. “ Terkesan serius menyampaikannya hingga momentnyapun amat diperhatikannya. “ “ Kumpulkan tali sebanyak 4 helai itu dan rawatlah…. ??” Ku ikhlaskan semuanya buat anak keturunannku kelak…??” pesannya malam itu jelang kematiannya hanya berselang dua hari saja.

 “ Pesan itu tetap sengaja dilemparkannya berkali-kali. Mengingatkannya dengan sepenuh hati soal tak ada keraguan lagi dalam menjemput soal itu masih belum mengetahui makna seelahnya. Belum sempat menguraukan makna kepemilikan tali kafan sengaja diwasiatkannya itu, Mak Olot menghembuskan nafas terkhirnya pergi untuk selama-lamanya. Menguji keberanian serta semua pengetahuan sudah diserahkannya dimalam-malam sebelumnya. Masih ada waktu esok hari untuk pemakaman jenazah almarhum mak olot.

Perasaan gundah gulana kian muncul ditengah-tengah para pentakziah sengaja mendatangi rumah duka. Pesan mak olot masih tetap terngiang kencang, eksekusi berjejal pesan kuat sebelum ajal menjemutnya. Menjemput btali kafan langsung diliang lahatnya, maklumat besar wajib dilaksanakan hanya tertinggal beberapa jam lagi tersisa. Usai dimandikan serta dikafani, jenazah langsung dibawa kelokasi pekuburan muslim terdekat.  Disepanjang perjalanan memikul keranda, pesan-pesan almarhumah tetap terngiang jelas sembari menapakkan kaki perlahan mengusung jenazah hanya tinggal beberapa meter sudah tiba dilokasi pemakaman.



Kerumunan para pentakziah sudah tampak ramai disekitaran galian liang lahat masih menganga. Keranda dibuka perlahan, satu persatu perangkatnya ditinggali hanya sekujur tubuh berbalut kain kafan sengaja diangkat dan diletakkan dibalik galian liang lahat. Keempat pekerja biasanya melakukan tugas penggalian liang atau lbang sudah berada dibawah liang kubur.

 Sebelum kehilangan pesan moral pernah dikhabarkannya langsung sebelum kepergian untuk selama-lamanya”  Ya Allah kiranya Engkau izinkan menerima wasiat ini “ pintaku berulang kali tak terucapkan. Darah mengalir kencang dibarengi degupan jantung kian kasar “ Sudah pak…??” Biar saja saya sendiri meletakkan posisi jenazahnya ??” pintaku pada keempat pekerja itu langsung diperhatikan dengan keheranan. Turun keliang lahat sudah diletakkannya jenazah mak molot dibalik galian lahat. Perlahan serta satu persatu semua tali kafan sebanyak empat ikatan dibuka sesuai pesannya masih terbaring lemah sebelumnya.

Roman dengan serasa didorongkeinginan kuat melakukan semua pesan serta amanah pernah didengar langsung dari biir mak molot terus membuka tali-tali itu dimulai dari bahagian atas kepala. Menggunakan kedua belah bibirnya, Roman membukanya dengan niat sesuai amanah pernah didengarkannya. Satu persatu tali kafan itu usai dibuka serta diletakkannya dibalik pundaknya. Para pentakziah itu, masih tercengang memperhatikan tingkah laku Roman diluar kebiasaan manusia biasanya.

Tak memperdulikan soal itu, usai ditaruhkannya keemat tali kafan milik leluhurnya sendiri. Roman dengan berani menyelesaikan semua aturan soal pemakaman hingga menutupnya dengan lembaran kayu biasa digunakan. Satu persatu pekerjaan itu kelar, hingga saatnya tahap akhir urusan pemakaman

. “ Ya talqin mayyit belum usai dilakukan, ke eempat tali kafan mash terjuntai dipundak tak satupun berani mempertanyakan soal itu.  Hanya satu pekerjsa kubur itu sengaja mendatangiku “ Nak…??” Untuk apa tali kafan sebanyak itu diambil kesemuanya” sebut pekerja itu berniat untuk memiliki salah satunya. “

Pesan almarhum sebelum kematiannya dulu Pak..?!” Hanya meneruskan amanah beliau saja “ Jawabku singkat dan pergi bertukar posisi. Usai talqin mayyit dipemakaman itu, semua pentakziah pergi meninggalkan makam.

Hanya tinggal Roman sendiri diatas pusara leluhurnya sembari memanjatkan munajat serta do’a- do’a arwah sengaja ditujukannya pada mak olot pernah menyayanginya dan memberikannya banyak pengetahuan warisan miliknya. Bagaimana kisah Roman setelah mendapatkan tali kafan sengaja dimanahkan padanya itu selanjutnya  ? (bersambung)








Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top