yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kejari Sita 3 Box Dokumen Dinas Pendidikan  Langkat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Terkait Proyek Swakelola DAK Tahun 2015  : Kejari Sita 3 Box Dokumen Dinas Pendidikan  Langkat STABAT : News Metrolangkatbinjai. com ...
Terkait Proyek Swakelola DAK Tahun 2015  :

Kejari Sita 3 Box Dokumen Dinas Pendidikan  Langkat



STABAT : News Metrolangkatbinjai. com

Kasus Pengerjaan Proyek Program Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Langkat, senilai Rp38.410.781.294 yang digunakan untuk perehaban ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan gedung perpustakaan dan untuk pengadaan buku pengayaan, buku referensi serta pengadaan alat peraga pendidikan yang hampir selama 2 bulan terakhir ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat, memasuki babak baru.
Tim penydik kejaksaan sedang mencari dokumen yang dibutuhkan



Jika sebelumnya Seksi Pidana Khusus telah memeriksa puluhan Kepala Sekolah, para petinggi Dinas Dikjar di Bidang Bina Program, Kabid Dikdas serta beberapa Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Dikjar, secara sembunyi, tapi kali ini bukti keseriusan pihak Kejari Langkat untuk mengungkap indikasi dugaan penyimpangan penggunaan DAK bidang pendidikan swakelola tersebut dibuktikan dengan cara menggeledah kantor Dinas Dikjar.



Dari pantauan METRO LANGKAT, sekitar 6 orang tim penyidik Kejari Langkat yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum, Ilham Wahyudi SH, melakukan penggeledahan di ruangan Bidang Bina Program dan ruangan Kasubag Keuangan Dinas Dikjar Langkat, sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.



Dengan mengenderai empat unit mobil yang terdiri dari BK 31 TD, BK 9605 OQ, BK 1317 QA dan BK 1819 RM, langsung masuk dihalaman institusi pendidikan tersebut.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Langkat, Eriic Yudistira SH memang ada penggeledahan di Dinas Dikjar untuk memperoleh berbagai dokumen yang terkait khusus dengan proyek fisik bangunan yang dikerjakan secara swakelola di ratusan SD, SMP dan SMA/sederajat di Kabupaten Langkat.


"Benar ada penggeledahan yang dilakukan terhadap instansi pendidikan ini," kata Erick di beranda samping lokasi penggeledahan Dinas Dikjar begitu melihat kehadiran METRO LANGKAT, Senin (27/6).

Erick Yudistria menjelaskan penggeledahan ini dimaksudkan untuk mencari dokumen guna mendukung penindakan yang akan dilakukan oleh Seksi Poidana Khusus (Pidsus) guna melengkapi laporan yang sebelumnya masuk ke Kejaksaan.

"Penggeledahan ini dianggap perlu dan penting untuk mendukung penyelidikan yang kini sedang dilakukan oleh penyidik Seksi Pidana Khusus, jadi kita butuh dokumen pelengkap dan berbagai berkas penting yang berkaitan dengan DAK 2015," katanya.



Tim Penyidik Kejari Stabat dengan membawa 3 box plastic besar dan sebuah koper biru kosong, langsung menuju ruangan Kepala Dinas Dikjar, Salam Syahputra.

Dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran, penyidik Kejaksaan menuju ruangan Bidang Program dan satu lagi menuju ruangan Kasubag Keuangan.

Kehadiran tim penyidik Kejari Langkat ke Dinas Dikjar, membuat kaget seluruh staf dan pegawai di instansi tersebut. Apalagi, saat penyidik langsung meminta para staf di Bidang Bina Program untuk segera menyiapkan berbagai berkas yang dibutuhkan.


Adapun terlihat berkas yang diminta oleh penyidik itu antara lain menyangkut dengan pengerjaan rehab sekolah SD, bangunan baru perpustakaan, ruang baru di SMP, SM yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015.


Demikian juga pada bagian Kasubag Keuangan, Agustiar Zailani, terlihat beberapa penyidik yang memeriksa dipimpin Kepala Seksi Pidana Umum selaku Ketua Tim Ilham Wahyudi dan beberapa anggotanya langsung meminta seluruh berkas keuangan yang sudah dibukukan.



Sekitar 3 jam menggeledah di 2 ruangan tersebut, tim penyidik berhasil memboyong sejumlah dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPj) terkait pengerjaan fisik proyek swakelola tersebut dari ruangan Kabid Program dan laporan keuangan pencairan dana DAK swakelola 2015 dari ruangan Kasubag Keuangan.



Dari pantauan METRO LANGKAT, 3 boks plastik jumbo serta tas koper besar warna biru telah dipenuhi dengan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk dijadikan barang bukti pelengkap penyidikan. Seluruh dokumenh tersebut langsung dibawa ke Kejari Langkat.



Tampak Kabid Program, Yuni Rispandi, terduduk lemas karena belum pernah mengalami penggeledahan seperti yang terjadi saat itu. Begitu juga Kasubag Keuangan, Agustiar Zailani, tampak hanya mampu tersenyum kecut.



“Selama ini memang belum pernah di Dinas Dikjar ini digeledah oleh pihak kejaksaan. Padahal sudah sering terjadi kasus korupsi di Dinas Pendidikan ini yang sampai memenjarakan mantan Kadis serta beberapa Kabid dan staf terdahulu. Tapi gak pernah digeledah oleh tim kayak gini,” ujar beberapa pegawai di bidang program heran.



Sementara itu, dalam konperensi pers yang dilakukan Kasi Intel Kejari Langkat, Erick Yudistira SH, didampingi Sutan Harahap SH dan Andy Sitepu SH, di aula Kejari Langkat mengatakan bahwa upaya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik pidana khusus, untuk mencari bukti-bukti pelengkap kasus yang selama ini ditangani.
Dokumen yang disita Kemari Langkat dari dinas pendidikan



“Sepertinya rekan-rekan sudah mengetahui bahwa selama ini pihak Seksi Pidana Khusus sudah memeriksa puluhan Kasek dan para petinggi di Dinas Dikjar, terkait pelaksanaan pekerjaan swakelola yang dinilai telah terjadi indikasi penyimpangan. Tapi ini belum melebar ke kegiatan lain. Ini murni hanya pelaksanaan pekerjaan fisik yang dilakukan secara swakelola,” ujar Erick kepada sejumlah media yang hadir,Senin (27/6)



Saat ditanya mengenai kerugian dan jumlah tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus DAK swakelola tersebut, rick mengatakan agar rekan media bersabar.



“Pastinya kalau statusnya sudah naik menjadi penyidikan, berarti sudah ada yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Tapi untuk saat ini saya belum bias menyebutkan siapa-siapa yang nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka. Kita tunggu saja pengembangan penyidikan yang dilakukan oelh Seksi Pidana Khusus. Mengenai kerugian, kita masih menunggu hasil audit dari BPK. Jadi saya harap rekan-rekan bersabar. Pasti nanti akan dilakukan konperensi pers juga apabila akan menetapkan para tersangkanya,” ujar Erick, sembari menyatakan bahwa kasus yang ditangani pihak Seksi Pidsus hanya yang menyangkut dengan seluruh kegiatan fisik.



Dalam kesempatan itu, Erick juga mengatakan bahwa dalam kasus pelaksanaan kegiatan pekerjaan proyek swakelola tersebut, masih dikembangkan apakah ada melibatkan pihak rekanan sebagai pekerjaan atau tidak. Namun, Erick meyakinkan bahwa, apapun yang terlibat dalam kegiatan itu, akan diketahui juga.(rud)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top