yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kapolsek Padang Tualang dan Kitab Ginting, Diduga Bersekongkol
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Buntut  Kisruh di Tanjung Selamat : Kapolsek Padang Tualang dan Kitab, Diduga Bersekongkol Padang Tualang : News Metro Langkat.com  ...
Buntut  Kisruh di Tanjung Selamat :
Kapolsek Padang Tualang dan Kitab, Diduga Bersekongkol

Padang Tualang : News Metro Langkat.com


 Truck pengangkut galian C yang menyebabkan rusaknya sejumlah ruas jalan di Kabupaten Langkat.(dok/ML)


Adanya persekongkolan antara pihak Polsek Padang Tualang dan Kitab selaku pengusaha galian C, mewarnai panasnya suasana mediasi buntut dari kisruh penyerangan OTK di Tanjung Selamat yang dilakukan di ruangan aula Camat Padang Tualang, Minggu (19/06), dihadiri Muspika Padang Tualang, Kades Padang Tualang M Arfan, Kades Besilam, Lurah Tanjung Selamat, beberapa warga dari ketiga wilayah itu.

Dalam kesempatan mediasi itu, permintaan dari Kades Padang Tualang, agar rapat jangan berulang, karena negara kita punya payung hukum. Seluruh elemen harus dikumpulkan. Karena tipe jalan, sesuai infomasi dari Dishub, adalah tipe kelas IIIC. Dan dihadirkan Dishub, karena mereka yang mengetahui.
Sementara dari Lurah Tanjung Selamat, dulunya jalan kami ini sama dengan daerah desa Padang Tualang. Dan pada saat ini telah baik, maka jangan sampai hancur kembali.

Dari masyarakat yang memberikan pendapat atas nama Asril, perwakilan dari Tanjung Selamat, mengungkapkan bahwa sehubungan dengan kejadian, masalah tonase atau angkutan, penyelesaian tentang penyerangan di hari Kamis oleh OTK kepada warga Kelurahan Tanjung Selamat, harus diutamakan penyelesaiannya.

Lebih lanjut Asril menegaskan, agar Kapolsek untuk dapat menindak tegas atas perilaku anggotanya (Wakapolsek Padang Tualang Selamat), yang mengeluarkan makian dengan kata-kata kotor dan bahasa pengancaman kepada salah seorang warga Tanjung Selamat.

Setelah itu, lalu Kapolsek Padang Tualang Eriyanto Ginting menjawab, “Bahwa pengancaman itu akan kita usut. Masalah anggota saya yang berbuat tidak baik itu, saya tahu adalah Waka saya. Dan sudah saya marahi. Dan alasannya, karena ada bahasa yang tidak enak didengarnya dari warga. Maka sebagai atasannya, saya sampaikan permohonan maaf atas tindakan anak buah saya itu”.

Kapolsek itu juga menambahkan, seyogianya permasalahan yang harus disikapi segera adalah masalah sweping atau angkutan yang dilakukan warga. Agar truk-truk dapat berjalan dengan baik.

Setelah itu, salah seorang warga Desa Padang Tualang Kaharuddin mengungkapkan, Camat seharusnya bersyukur, karena masih mempunyai aset berupa warganya yang peduli terhadap aset pemerintahan di Padang Tualang, salah satunya mengenai jalan.

Karena kami dari warga Padang Tualang, sangat mendambakan jalan yang mulus, tanpa harus makan abu setiap hari. Sebab, jika rakyat sehat, maka negara kuat. Dan rakyat peduli maka negara pun maju. Ujar Kaharuddin.

Kaharuddin pun menambahkan, untuk itu kami menginginkan kepada Kapolsek, agar dapat menegakkan hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebab kami belum dapatkan itu semua.
“Intinya, jalankanlah ketentuan yang berlaku sesuai dengan tipe jalan yang telah ditentukan aturannya oleh Peraturan Pemerintah. Dan kami melakukan sweping kepada truk-truk, tidak pernah melakukan anarkis, dan hanya memperingati mereka saja”. Tegas Kaharuddin.

Dan mengklarifikasi jawaban Kapolsek dari pertanyaan Asril, Kaharuddin juga berujar “Sudah berulang kali diperingati, namun kenapa tidak ada dilakukan pertemuan antara masyarakat dengan pengusaha oleh pihak Muspika. Dan kenapa selah adanya pengancaman oleh OTK yang anarkis, baru dilakukan pertemuan”.
Dan masalah pengancaman, untuk mencari pelaku pengancaman, tidak sulit mencari pelakunya, jika hukum benar-benar ditegakkan. Ucap Kaharuddin.

“Mobil angkutan galian C milik siapa yang di stop, dan mereka kepanasan karena penyetopan itu. Dan pastilah itu pemiliknya. Dan jika memang tidak ada yang memberikan laporan atas hal pengancaman itu, maka kami siap membuat laporannya”. Ujar Kaharuddin. Lalu setelah Kaharuddin mengucapkan hal itu, maka Kapolsek Eriyanto Ginting meminta KTP Kaharuddin dan memerintahkan kepada Kanitnya untuk memoto KTP milik Kaharuddin.

Dari hasil kesepakatan akhir pertemuan itu, pertama, pengusaha setiap seminggu sekali memberikan satu truk material kepada setiap desa yang dilaluinya. Kemudian kedua, truk angkutan galian C, boleh melintasi jalan dari pukul 5 pagi sampai dengan pukul 21.00 Wib.

Lalu ketiga, muatan truk angkutan galian C untuk Qiton adalah 1 garis tengah. Untuk mobil engkel orange (mobil Kitab) adalah 1 meter tinggi bak. Dan keempat, pengusaha menyediakan mobil penyiram abu untuk menyiram abu sepanjang jalan yang berabu di kawasan yang mereka lintasi.

Selanjutnya kelima, pengusaha memberi uang santunan sebesar dua ratus ribu rupiah untuk pekerja yang menyerakkan batu, yang diberikan untuk desa. Serta keenam, pengusaha akan memeberi santunan kepada masyarakat atau karang taruna pada setiap bulannya.

Dan akhirnya ketujuh, apabila pengusaha membawa muatan lebih dari ketentuan lebih dari yang telah disepakati, maka muatan dibongkar dan mobil disuruh kembali ke pantai.
Namun anehnya, pada saat akan ditandatangani kesepakatan tersebut,  Kitab selaku pengusaha tidak mau menandatangani, dan meminta penambahan muatan sebesar 20 s/d 30 cm, dari 1 meter yang telah disepakati.

Terpisah, pada saat itu, sebagaimana keterangan dari KH kepada Metro Langkat, salah seorang tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Langkat mengungkapkan bahwa, lebih kurang 15 unit truk-truk milik Kitab selaku pengusaha galian C, yang parkir depan kantor Polsek Padang Tualang, karena melebihi tonase tidak dikasi lewat oleh masyarakat.

Namun pada malam hari sekitar jam 22.00, dengan pengawalan dari pengawalan dari anggota Polsek Padang Tualang, 15 unit itu dapat melewati jalan. Ujar KH.

“Ini menjadi tanda tanya bagi masyarakat, ada apa pihak Polsek Padang Tualang dengan Pengusaha galian C yang bernama Kitab itu, padahal Kapolsek tahu saat di dalam forum mediasi, truk-truk itu tidak bisa lewat karena lebihi tonase. Dan pengusahanya pun mengiyakan. Namun kenapa tetap bisa lewat pada malam hari dengan pengawalan pihak Polsek tersebut,” Terang KH penuh keheranan. (mam/dek)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top