yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 23  Orang Nelayan Langkat Masih Ditahan Malaysia
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Keluarga Nelayan Harapkan Perhatian Pemerintah : 23  Orang Nelayan Langkat Masih Ditahan Malaysia Langkat : News Metrolangkatbinjai. Co...
Keluarga Nelayan Harapkan Perhatian Pemerintah :

23  Orang Nelayan Langkat Masih Ditahan Malaysia


Langkat : News Metrolangkatbinjai. Com


 Masitah (37) warga Jalan Pelabuhan, Kel Sei Bilah, Kec Sei Lepan, Kab Langkat, harus berjuang keras untuk menghidupkan anaknya sejak suaminya ditangkap aparat Malaysia. Usman (41) dan putra sulungnya, Diki Wahyudi (16) ditahan aparat Malaysia sebulan yang lalu.

Sejak saat itulah Istri nelayan ini harus bekerja mencari upah membelah ikan untuk ikan asin.  Masitah  bekerja dibantu anak-anak kandungnya bahkan bayi berumur dua bulan kini harus di belah oleh tetangga untuk mendapat uang kebutuhan makan kami.

Hingga kin istri nelayan yang suami ditahan di Penang, Malaysia,i belum mendapat perhatian dari pemerintah. "Kami sudah berulang kali menelpon Konjen RI, tapi tak direspon," ujarnya, Rabu petang.
Masitah yang harus mengambil alihntangung jawab keluarga sejak suaminya ditahan Polisi Malaysia sebulan yang lalu. Masitah kini mengharapkan bantuan dari Pemerintah agar suaminyansegera dibebaskan.( yg)

Hal yang sama juga dialami Ana, warga Jl Pelabuhan, Kel Sei Bilah, Kec Sei Lepan, Ibu dari tiga orang anak ini juga bekerja mencari upahan membelah ikan karena suaminya, Fuad (36) dan putranya, Dedy Syahputra (16) ditangkap dan ditahan aparat negeri jiran.

Ana mencari upahan mencuci pakaian dan. untuk mencari tambahan penghasilan, ia bekerja membelah ikan rebung dan ikan gulama untuk dijadikan ikan asin.


Menurut dia, upah dari membelah ikan yang ia dapat per harinya paling besar Rp10 ribu dalam perkilonya, guna ‎menyambung hidupnya yang kini ditinggal sang suaminya di penjara oleh polisi malaysia.

Istri nelayan ini hanya pasrah menghadapi kenyataan ini. Ia berharap, pemerintah dapat membantu pemulangan anak mereka. "Kami berharap anak kami dapat pulang sehingga kami bisa berkumpul kembali," ujarnya.

Direktur Keluarga Bahari, Azhar Kasim mengatakan, saat ini ada 23 orang anak nelayan tradisional asal Langkat yang masih ditahan di penjara Malaysia.


Azhar meminta pemerintah, dan Dinas terkait, Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara (Sumut) dan Kab Langkat agar dapat membantu pembebasan para nelayan asal Kab Langkat ini."Pemerintah secepatnya membantu para nelayan Langkat yang kini ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia, agar segera dibebaskan," pintanya.(c0)




Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top